Menurut Endri, kalau pesawat itu jatuh dalam posisi normal, atau tidak menukik, apalagi patah, atau hancur akan banyak ditemukan serpihan di permukaan air laut. Begitu juga jenazah penumpang. “Tetapi, di situ kita lihat ada beberapa saja.”Dia juga menganalisis, jika benar pesawat itu jatuh menukik, kemungkinan besar akibat terjebak awan comulonimbus, atau awan tebal vertikal yang menjulang sangat tinggi, padat, mirip gunung, atau menara. Saat terjebak dalam awan itu, pesawat mengalami goncangan yang sangat kuat, sehingga di antaranya, pintu darurat rusak dan terlepas.
Namun, Endri menegaskan bahwa itu baru sebatas analisis. Kesimpulan pasti penyebab pesawat itu jatuh, setelah dilakukan penyelidikan oleh Komisi Nasional Kesalamatan Transportasi, atau KNKT.
Endri adalah seorang insinyur teknik aeronotika yang pernah dimiliki IPTN (sekarang PT Dirgantara Indonesia). Ia adalah satu dari 50 teknisi andal IPTN bergelar doktor lulusan aeronotika Jerman.
Sumbangsih terbesar Endri adalah penemuan pesawat tanpa pemandu (unmanned aerial vehicle/UAV) dan simulator pesawat kecil (ironbird systems) menggunakan model pesawat F16.
Bandardunia | Agen Judi Bola | Agen Togel Online | Bandar Bola |Taruhan Bola Terpercaya |Agen Sbobet Casino | Agen Sbobet Bola | Agen Casino Online | Agen Bola | Promo Bonus 30% untuk member Bandardunia.com , jadi tunggu apalagi daftarkan sekarang juga dan dapatkan bonusnya.









